Forum Miyajgema, Rheinhard Maniagasi Paparkan Isu Strategis 2026
MANOKWARI, Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Provinsi Papua Barat, Rheinhard C. Maniagasi, S.STP., M.Si hadir sebagai pemateri utama dalam acara Miyajgema Tokoh Lintas Sektoral Papua Barat.
Acara yang mempertemukan berbagai elemen strategis daerah yang berlangsung di Aula Kodam XVIII/Kasuari, Jumat (8/52026).
Pada Forum ini di hadiri oleh Pangdam XVIII/Kasuari, Mayjen TNI Christian Kurnianto Tehuteru selaku inisiator acara serta Gubernur Papua Barat, Drs. Dominggus Mandacan, M.Si.
Dalam paparannya, Kaban Kesbangpol PB Rheinhard Maniagasi menjelaskan secara mendalam mengenai Roadmap pembangunan Papua Barat, dengan fokus utama pada Visi 2025-2029:Mewujudkan Papua Barat yang Aman, Sejahtera, Bermartabat dan Mandiri.
Dihadapan tokoh lintas sektoral, Rheindhard tidak menampik adanya tantangan besar yang masih membayangi Bumi Kasuari. Ia menyoroti angka kemiskinan yang masih berada diatas 19%, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) yang masih dalam kategori sedang (68,48 pada Tahun 2025), serta ketimpangan pembangunan yang masih sangat terasa di wilayah terpencil.
"Pemerintah Provinsi telah memetakan isu-isu strategis, khususnya untuk tahun anggaran 2026 guna menjawab tantangan-tantangan nyata ini secara konkret," tegas Rheinhard.
Rheinhard merinci sedikitnya 7 (tujuh) isu krusial yang menjdai atensi Pemerintah. Mulai dari rendahnya akses layanan dasar bagi Orang Asli Papua (OAP) dan kelompok rentan, belum optimalnya ekonomi inklusif berbasis potensi lokal, hingga kerawanan pangan.
Selain itu, ia menyoroti pentingnya mitigasi bencana, efektivitas tata kelola pemerintahan, hingga stabilitas sosial-politik yang harus terus dijaga melalui penyelenggaraan ketentraman dan ketertiban. Sebagai solusi, Rheinhard menyampaikan bahwa kebijakan pembangunan tahun 2026 akan diprioritaskan pada: peningkatan layanan dasar dengan fokus pada kualitas kesehatan, penurunan stunting dan pendidikan, serta penguatan ekonomi daerah yang produktif dan kemandirian pangan melalui sektor pertanian serta perikanan berkelanjutan.
Tata kelola pemerintahan yang transparan dan berbasis digital. Percepatan konektivitas antar wilayah untuk memeratakan pelayanan publik, tambahnya. Point paling krusial yang ditekankan Rheinhard adalah optimilisasi dana Otonomi Khusus (Otsus). Ia menegaskan bahwa seluruh kebijakan ini bermuara pada satu tujuan besar, yakni Pemerintah ingin menyejahterakan Orang Asli Papua.
Sasaran kita sangat jelas, yaitu terwujudnya Sumber Daya Manusia (SDM) OAP yang unggul, berkarakter dan sejahtera. Hal ini hanya bisa dicapai melalui pembangunan inklusif yang berbasis pada kearifan lokal serta ketersediaan data terpilah OAP yang akurat sebagai basis kebijakan, jelasnya.
Menutup paparannya, sosok yang dikenal visioner ini berharap kolaborasi lintas sektoral melalui Forum Miyajgema ini dapat menjadi momentum terwujudnya program Pemerintah Provinsi Papua Barat yang telah disusun sebagaimana visi-misi, tujuan serta target/sasaran. (RK_Pern)